Momen Paling Berkesan Selama Trip ke Singapore

    Singapore merupakan salah satu negara yang sangat dekat dengan tempat tinggal saya di Batam. Sejak kecil, saya bersama keluarga sesekali berwisata kesana dikarenakan jaraknya yang sangat dekat dan sangat indah. Waktu yang dibutuhkan untuk ke Singapore melalui ferry dari batam hanya sekitar 1 jam-an, dan biaya pp nya hanya sekitar 800rb-an. Dan alasan lainnya juga untuk jumpa papa saya dikarenakan dia tidak bisa meninggalkan perkerjaannya, jadi sesekali bolak-balik ke sana beberapa kali. Tapi tiap kali ke sana, rasanya seperti setiap perjalanan selalu punya cerita dari semua tempat wisata maupun yang bukan dan selalu ada kesannya di setiap momen.

Sentosa & Universal Studios Singapore

    Salah satu pengalaman paling berkesan buat saya adalah saat pertama kali masuk ke Universal Studios Singapore. Waktu itu saya masih kelas 1 SD. Kami pergi sekeluarga dan kebetulan juga ada nenek. Karena waktu itu saya masih kecil, sebenarnya banyak bagian yang tidak terlalu saya ingat, tapi suasana dan rasa excited-nya masih kebayang di pikiran sampai sekarang. Saat itu saya masih terlalu pendek untuk banyak wahana tinggi waktu itu, jadi banyak wahana yang belum bisa saya naiki. Sewaktu di Universal Studios, ada satu robot gerak yang paling saya ingat, yaitu Robot Transformers – The Ride 3D. Robot Transformer-nya besar banget, dan saya masih heran bagaimana semua itu bisa terlihat nyata dari mata saya waktu itu. Belum lagi roller coaster-nya yang menjulang tinggi, dan rasanya “wow” banget untuk anak seumuran seperti saya pada saat itu, namun sangat disayangkan waktu itu tinggi saya belum cukup untuk dapat menaiki itu.

Sebelum masuk ke Universal Studios, saya juga sempat naik cable car. Dari atas, pemandangan Sentosa terlihat indah dan luas, dan itu jadi awal dari pengalaman seru di hari itu. Walaupun saya kecil dan belum banyak yang bisa dicoba, Sentosa dan Universal Studios tetap jadi salah satu momen kenangan indah yang selalu melekat di benak saya.

Garden by the Bay

    Momen berkesan berikutnya adalah saat di Garden by the Bay. Tampaknya dari luar saja sudah sangat cantik, tapi begitu masuk rasanya seperti berada di dunia lain. Suasana adem dan penuh warna bunga, ditambah bangunan futuristik yang seolah menyatu dengan alam. Di dalamnya, semuanya indah, bangunan yang rapi, taman yang  dipenuhi berbagai jenis bunga, sampai air terjun indoor yang menurut saya luar biasa dan sangat dingin. 

    Setelah keluar dari Garden by the Bay, kami berjalan menuju Lions Bridge untuk ke marina bay sands yang letak nya tidak jauh dari Garden By the Bay (jalan kaki sekitar 5–10 menit) , dan kebetulan hari itu Singapura lagi ramai banget karena ada event atau hari nasional mereka, saya lupa. Tapi saat kami tiba, sudah banyak orang berkumpul karena malamnya akan ada pertunjukan kembang api dan projection mapping. 

Singapore Zoo

    Singapore Zoo juga menjadi salah satu tempat yang selalu saya ingat. Kebun binatangnya terorganisir dengan sangat baik, sangat luas, jalannya rapi, area hewan nyaman, dan banyak sekali jenis satwa yang bisa saya lihat. Ada satu momen yang bikin menegangkan, ada jembatan yang dibawahnya ada banyak buaya. Walaupun sebenarnya aman dan jarak dari jembatan ke buaya cukup tinggi dan aman, tapi entah kenapa waktu itu rasanya tetap deg-degan. Selain itu, di jam-jam tertentu ada pertunjukan hewan yang lucu dan bikin semua orang merasa terhibur. Satu hal yang agak disayangkan, dulu waktu study tour saya sempat lihat banyak flamingo. Tapi saat saya datang lagi bersama keluarga, flamingonya sudah tidak ada. Sampai sekarang, saya juga tidak tahu apakah mereka masih ada atau sudah dipindahkan, karena terakhir saya ke sana waktu SMP.

Momen yang Tidak Terlupakan : Tersesat Sendiri Saat Mau Check-Out

    Nah, ini bagian yang selalu bikin saya senyum sendiri kalau diingat: waktu mau check-out hotel, saya sempat tersesat (sedikit). Jadi gini, waktu itu salah satu anggota keluarga saya menekan tombol lift dan hendak turun sambil membawa barang. Karena saya pikir semua nya sudah aman dan mau turun kebawah buat check-out, tapi ternyata masih ada yang ketinggalan dan saya langsung ikut masuk ke dalam lift duluan. Tapi tiba-tiba yang menekan lift itu tidak jadi ikut, dan pintu lift udah terlanjur menutup. Saya sendirian di lift bersama seorang yang menginap disitu juga, masih kecil, dan tidak tahu harus bagaimana. Orang yang bersama saya di lift pun menanyakan mau ke lantai berapa, dan saya bilang satu  sebab saya tidak tau keluarga saya di lantai berapa dan sebaiknya saya juga ke tempat resepsionis. Tapi saya tetap tidak tahu harus apa, jadi saya memilih menunggu di luar hotel. Saya berdiri di sana cukup lama, kalau tidak salah sekitar dua jam, menunggu keluarga saya menemukan saya. Itu adalah momen yang waktu itu terasa menakutkan, tapi sekarang kalau dipikir-pikir justru jadi cerita yang paling unik, lucu, dan memorable dari semua perjalanan saya ke Singapura.


Zheina Tandi Rerung
24080230358
Manajemen B20
Universitas Negeri Yogyakarta

Komentar

Postingan Populer